Kab. Solok Selatan
Padang Ekspres
Berita Pemerintahan
Kamis, 31/12/2009 - 11:28 WIB
Nengsih Adeyaka
2339 klik
Angin segar bagi industri rotan di Kabupaten Solok Selatan. Menteri perindustrian (Menperin) memberikan bantuan sebanyak 10 unit mesin pengolahan rotan. Artinya, pengrajin tidak perlu lagi bersusah payah mencarinya hingga ke Kota Padang.
Selama ini, meski potensi rotan yang dihasilkan hutan Solsel cukup menjanjikan, namun tidak serta merta meningkatkan pendapatan para pengrajin. Mereka yang umumnya bergerak dalam usaha skala kecil (mikro), kesulitan mengembangkan usahanya. Setelah rotan ditebang, mereka harus mengolahnya terlebih dahulu, sebelum dikreasikan menjadi mobiler.
"Misalnya saja untuk meluruskan rotan, kami terpaksa pergi ke Padang. Karena di sanalah yang ada mesinnya. Tapi itu tentu memerlukan biaya yang tinggi," keluh Herman seorang pengrajin di Pulakek, Kotobaru, Pauhduo beberapa pekan lalu.
Akhir 2009, keluhan pengrajin mulai terjawab. Melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Solsel, menteri perindustrian memberikan bantuan mesin pengolahan rotan sebanyak 13 unit. Ini diperuntukkan bagi pengembangan industri rotan Solsel dan kemudahan bagi pengrajin.
"Dengan bantuan tersebut, kita berharap sektor kerajinan rotan Solok Selatan akan semakin berkembang," ujar Yulian Efi, saat peresmian UPTD pengolahan kerajinan rotan, di Pauhduo, kawasan Masjid At-tin,beberapa waktu lalu.
Mesin pengolahan rotan bantuan pusat itu antara lain, mesin cat rotan, mesin untuk membelah (ukuran besar dan kecil), pelurus, ampelas, pelubang, pelurus pinggir (tiga unit), penipis.
Wabup Solsel, Nurfirmanwansyah dalam sambutannya berpesan agar dalam pemanfaatannya, instansi terkait memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat. Membantu memberdayakan UMKM, dengan servis maksimal.
Sementara itu, Kasi Industri Kecil Rumah Tangga (IKRT) Diskoperindag Hendrik membeberkan, bahwa dalam pengelolaannya, akan diberlakukan sistem sewa bagi pengrajin yang akan menggunakan mesin pengolahan rotan. Mereka akan dibebankan cas, sesuai kapasitas rotan yang akan diolah.
Kendati begitu, UPTD tersebut juga masih kekurangan sejumlah mesin. Diantaranya, mesin dowel dan grindang (pengupas kulit rotan), mesin penghalus, mata pisau untuk mesin anyaman, mesin pengasah mata pisau.
"Penambahan mesin tersebut membutuhkan sekitar Rp200 juta. Di samping itu, kita juga kekurangan tenaga ahli,"tutur Hendrik.
Pada saat peresmian UPTD, Diskoperindag melalui dana APBD 2009, memberikan bantuan mesin bordir 20 unit kepada 5 kelompok pengrajin se-Solok Selatan. Salah satunya, kelompok Kreasi Tiara. [*]
[ Red/ ]- Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar
Berita Terkait :
Menperin Serahkan Bantuan Mesin Upaya Peningkatan Mutu Produk IKM







