Kota Sawahlunto
Sawahlunto Jadi Tuan Rumah Seminar DMDI
Padang Today
Berita Agama
Kamis, 05/07/2012 - 20:32 WIB
Fadlan
3337 klik
Dalam rangka mempererat jalinan silahturahmi antara bangsa melayu Islam, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) mengelar seminar bangsa serumpun, yang diikuti sekitar 40 peserta dari Malaysia, Singapura, LKAAM Kabupaten/Kota Se Sumatera Barat, di gedung Pusat Kebudayaan, Kota Sawahlunto, Kamis (5/7).
"Islam mempunyai peran yang sangat penting dalam menyatukan dunia. Selan itu, islam juga membawa perubahan dalam sistem pemikiran orang lain," sebut Wakil Walikota Sawahlunto, Erizal Ridwan, saat memberi sambutan pada seminar tersebut, Kamis (5/7).
Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, Surya Helmi, mengatakan sebagai bangsa serumpun tentu ada pasang surut dan komplain dan mengklompain kebudayaan. "Hal ini lumrah terjadi, karena Indonesia dan Malaysia hampir memiliki kebudayaan yang sama," jelasnya.
Dikatakan Helmi, kegiatan seminar ini sangat bermanfaat dan pastinya akan mempererat kebudayaan Indonesia dan Malaysia. Hubungan kedua bangsa, masih sangat harmonis dan saling berbagi. Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong perkembangan pariwisata Sawahlunto, dalam mewujudkan cita-cita daerah.
“Keinginan Sawahlunto, untuk menjadi salah satu kota warisan dunia dari Unesco, sudah mendapat respon positif dari Menteri Malaka dan berjanji akan membantu Sawahlunto, menjadi salah satu kota warisan dunia,” jelas Helmi.
Sementara itu, Presiden Dunia Melayu Dunia Islam, yang diwakili Dt .Wira. H Othman bin muhammad, mengatakan Sumatera Barat tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan Melayu, seperti anggota tubuh manusia. Dikesempatan itu, DMDI juga menunjukan kepeduliannya dengan membantu Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, pasca gempa.
“Pihak kerajaan telah menggolontorkan bantuan sebesar 35 juta ringgit, untuk membantu membangun infrastruktur sekolah. Selain itu, bantuan juga datang dari pihak pemerintah Malaysia, sebesar Rp 10 juta Ringgit. Dikesempatan ini, kami berharap Mentri Malaka bersedia memberikan dukungan agar keinginan dari Sawahlunto sebagai kota warisan dunia, dapat terwujud," jelasnya.
Dikesempatan itu, Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim, mengatakan tidak ada maksud Pemerintah Kerajaan Malaysia, untuk mencaplok kebudayaan Indonesia.
"Banyak orang Indonesia tinggal di Malaysia, sehingga budaya ini juga dikembangkan dan dilestarikan oleh Pemerintah Malaysia," tegas Muslim.
[ Red/]-Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar







