Berita Terbaru
Terpopuler
Terkomentari
Berita

 Kota Padang

LKAAM Tumbuhkan Kecintaan Perantau Kepada Minangkabau

Anak Kemenakan Merupakan Tanggung Jawab Ninik Mamak Bersama

Padang Today  Berita Budaya  Minggu, 08/07/2012 - 13:00 WIB  redaksi padang-today  1477 klik

Untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah kelahiran (Ranah Minang) bagi generasi muda Minangkabau yang ada di rantau, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan sosialisasi adat ke persatuan perantau.

Ketua LKAAM Sumbar, M, Sayuti Dt, Rajo Pangulu, Saat di temui Padang Ekspres (grup padang-today) di kantornya mengatakan, pemikiran itu merupakan risau yang sudah lama dirasakan pemangku adat yang ada di Nagari ini, "Adat minang akan memudar, jika generasi muda yang ada sekarang sudah mulai kurang mendapatkan warisan adat ," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, kondisi real di lapangan, jumlah angka penduduk masyarakat minang yang ada di rantau jauh leih banyak dari masyarakat minang yang masih menghuni kampung halaman, "Jumlah orang minang yang ada di rantau lebih bnyak daripada dunsanak yang tinggal di kampong, perbandingannya 65 % berbading 35 %," tambahnya.

Menindak lanjuti hal tersebut, LKAAM Sumbar merasa hal tersebut merupakan tugas yagn sangat besar, sebab kalau dibiarkan seperti sekarang bisa-bisa adat yang sudah ada ini memudar, "Kita takut kondisi ini akan berlarut-larut dan lama-lama akan hilang," ujar Sayuti.

Sebagai langkah awal, LKAAM merencanakan program penguatan pengamalan  Adat Basandi Sarak - Sarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), "Kita sangat menginginkan seluruh pemangku adat, baik yang ada di rantau maupun di kampung, untuk dapat menerapkan dan mengajak anak kemenakannya untuk menerapkan ABS-SBK," tuturnya.

Selanjutnya, untuk mencapai sosialisasi terhadap generasi muda yang ada rantau, LKAAM dan pemerintah Provinsi bekerjasama dengan kelompok dan persatuan keluarga yang ada di rantau untuk mensosialisasikan, diantaranya keselarasan adat dan agama yakni ABS-SBK,mensosalisasikan system kekerabatan matrilineal, mengenai sako dan pusako, seni dan permainan anak nagari serta menceritakan sejarah dan tambo minang kabau.

ia juga menghimbau, seluruh persatuan dan ikatan keluarga minang di rantau untuk terus mempererat tali persaudaraannya, selian itu, mash untuk semua ikatan untuk mendaftarkan organisasinya ke LKAAM agar bisa dijadikan target kinerja dari LKAAM, "Kita mengharapkan kerjasama untuk mendaftarkan organisasi perantau pada LKAAM untuk bisa dijadikan target kerja," tuturnya.

Sementara itu, perantau dan masyarakat sangat mengharapkan kinerja dari LKAAM dalam mensosialisasikan ABS-SBK di rantau, "Perantau ingin, LKAAM juga memperhatikan anak kamanakan yang ada di rantau, jangan sampai kemenakan yang ada di rantau jadi terlupakan," harap Yamin, 42, salah seorang perantau di Jakarta.

Bagaimanapun, menurutnya, karena memakai garis keturunan matrilineal, tentunya anak kamanakan itu tetap saja keturunan dari minang kabau, jadi kita tidak bisa meninggalkannya, "Sudah kewajiban ninik mamak untuk membimbing anak kemenakan yang ada di rantau maupun di kampung halaman," tandasnya.(*)

[ Red/ ]- Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar

Bookmark and Share   counter A+ A-
Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: