Provinsi Sumatra Barat
Praktek Ilegal Loging Penyebab Utama
Padang Today
Berita SDA
Selasa, 10/07/2012 - 21:00 WIB
Andri Mardiansyah
3463 klik

Release data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar mencatat sekitar 10 ribu hektar dikawasan hutan Sumbar hilang disetiap tahunnya, hal ini akibat dari praktek Ilegal loging yang dilakukan oleh pihak yang sama sekali tidak bertanggung jawab dan meraup keuntungan demi kepentingan pribadi semata.
Banyaknya permintaan bahan kayu yang semakin meningkat membuat faktor utama praktek Ilegal maupun legal yang dilakukan oleh perusahaan maupun individu yang beroperasi untuk eksploitasi hutan di Sumbar tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan. Saat ini terdapat sebanyak 225 perusahaan bergerak dibidang perkayuan dan soumil yang secara terus menerus mengekploitasi Hutan di Sumbar, dari 225 perusahaan hanya Tiga perusahaan dan 50 perusahaan soumil yang mengantong izin usaha dalam pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHHK) dan selebihnya lagi terbilang Ilegal.
"Hanya Tiga dan 50 perusahaan Soumil disumbar yang mengantongi IUPHHK satu diantaranya PT. Andalas Merapi Timber dan selebihnya dapat kita katakan ilegal. Banyaknya perusahaan kayu yang ilegal juga disebabkan karena setiap harinya permintaan pasar semakin meningkat dan secara otomatis akan membuat angka kerusakan hutan Sumbar juga akan meningkat,"ujar Khalid Syaifullah, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar, Selasa (10/7)
Lebih lanjut Khalid, untuk memenuhi kebutuhan satu perusahaan Soumil saja Sumbar akan kehilangan sekitar 44,4 hektar hutannya, bayangkan saja jika memenuhi 222 Perusahaan dengan permintaan kayu yang semakin meningkat maka dapat dikalkulasikan mencapai angka 9866,66 hektar hutan yang akan hilang.
Untuk mengurangi dampak kerusakan atau hilangnya hutan Sumbar diharapkan kepada seluruh perusahaan dan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian hutan berikut dengan ekosistemnya, agar kelak kita masih dapat menikmati hasil yang diberikan hutan tanpa harus merusaknya.(*)
[ Red/]-Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar







