Berita Terbaru
Terpopuler
Terkomentari
Berita

 Kota Padang

Tradisi Balimau Bergeser Dari Tujuannya

Seutuhnya Merupakan Budaya Bukan Ajang Hura-hura

Padang Today  Berita Budaya  Kamis, 19/07/2012 - 19:55 WIB  Andri Mardiansyah  4036 klik

tradisi mandi balimau

Satu Hari jelang Bulan Ramadhan tiba biasanya masyarakat Minangkabau tumpah ruah mengunjungi beberapa tempat pemandian atau sungai, mereka sengaja beramai-ramai mengunjungi sungai untuk melaksanakan ritual tradisi budaya mandi  Balimau (mensucikan Diri-red) seperti halnya Ramadhan kali ini, warga kota padang antusia memadati beberapa tempat pemandian seperti yang terlihat disungai Lubuk Minturun dan Sungai Batu Busuk. Tak ada tempat terpisah antara perempuan, laki-laki dan anak-anak, semuanya bercampur baur menjadi satu.


Balimau sendiri sebenarnya tidak ada sangkut paut dengan ibadah, namun hanya merupakan tradisi budaya turun temurun yang mana memiliki tujuan yang mulia mensucikan diri dan lebih mendekatkan diri pada sang pencipta. Namun seiring perkembangan zaman budaya tersebut banyak yang lari dari tujuan sebenarnya, budaya balimau saat ini tak lain hanya menjadi ajang hura-hura.


Menanggapi hal tersebut, Syamsul Bahri, Ketua MUI Sumbar menegaskan hendaknya saat ini tradisi Balimau segera diluruskan kembali jika tidak budaya balimau akan semakin pudar, yang akan kelihatan hanyalah bentuk dari hura-hura semata, apalagi dalam satu sungai bercampur baur antara laki-laki, perempuan bahkan anak-anak.


"Kita menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat mengembalikan arti sesungguhnya dari balimau agar kesan yang terlihat tak hanya ajang hura-hura saja,"ujar Syamsul Bahri, Ketua MUI Sumbar, Kamis (19/8).


Lebih lanjut Syamsul Bahri, sangat diharapkan bulan suci ramadhan kali ini khususnya generasi muda dapat mengisi waktu dengan pendidikan agama karena ini merupakan salah satu upaya pembentukan mental yang agamais.


Pantauan padang-today di aliran sungai Lubuk Minturun dan Batu busuk warga bercampur menjadi satu dengan pakaian yang terkesan mencolok, banyak kaum laki-laki yang tak mengenakan pakaian (baju) ketika mandi, begitupun dengan perempuan yang banyak memakai pakaian yang ketat dan transparan, hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan bentuk kemaksiatan yang kemudian dapat membuat arti sesungguhnya dari mandi Balimau semakin hilang. (*)

[ Red/]-Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar

Bookmark and Share   counter A+ A-
Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: