Provinsi Sumatra Barat
Penentuan Awal Lebaran Sudah Menjadi Tradisi
Padang Today
Berita Agama
Jumat, 17/08/2012 - 17:05 WIB
Andri Mardiansyah
1605 klik

Terkait dengan adanya beberapa jemah umat Islam yang telah memulai hari raya Idul Fitri 1433 H pada hari Jumat (17/8), seperti yang telah dilakukan oleh pengikut Terekat Naqsabandiah di Surau Gadang, pasar baru, kelurahan Binuang, kecamatan Pauh kota Padang, yang diangap sudah menjadi tradisi turun-temurun dan telah memiliki lantdasan teori sendiri baik secara ilmiah maupun secara agama.
Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Sumbar, Syamsul Bahri Khatib angkat bicara, menurutnya, walau ada perbedaan diharapkan persatuan antar umat muslim di Sumbar tetap terjalin dan saling menghormati satu sama lain. dan diharapkan tetap menghormati umat muslim yang masih menjalankan ibadah puasa.
"Perbedaan adalah sebuah hal yang wajar, namun harus tetap menjalin silaturahmi sesama umat muslim, penentuan awal lebaran memang berbeda, namun semua telah dilandasi teori keagamaan menurut kepercayan masing-masing," ujar Syamsul, Jumat (17/8).
Dikatakan Syamsul, untuk kedepanya MUI Sumbar akan mencoba merangkul seluruh umat muslim yang tergabung di beberapa jemaah dan ormas islam, untuk menyatukan persepsi tentang penetapan jatuhnya awal Ramadhan dan Idul Fitri, hal ini bertujuan agar semua umat muslim di Sumbar dapat menjalankannya dengan serentak.
Namun semua itu butuh waktu, dan pendekatan yang lebih persuasif karena persoalan penentuan jadwal awal puasa dan lebaran sudah menjadi tradisi masing-masing umat islam di Sumbar.
Ditambahkan Syamsul, MUI sumbar sendiri telah menetapkan hari raya Idul Fitri pada hari Minggu (19/8) mendatang sesuai dengan keputusan pemerintah. (*)
[ Red/]-Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar







