Jumat, 18/06/2010 00:11 WIB
Usia Petenis Baru 8 Tahun, Sudah Dibidik Malaysia
Fajar Rillah Vesky - Padang Ekspres
Afnan Nabil, petenis cilik
Payakumbuh bersama Ketua PB
Pelti Martina Widjaja.
Bocah itu bernama Afnan Nabil. Dia baru duduk di bangku kelas 2 SD Raudhatul Jannah Payakumbuh. Meski begitu, potensinya dalam bermain tenis sangat besar sekali. Sehingga membuat Pengurus Besar Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PB Pelti) dan Internasional Tenis Federation Malaysia membidiknya.
Bukan cuma dibidik, Afnal Nabil yang merupakan anak pasangan suami-istri Yolizendra dan Sivita Rina di Jalan Jeruk Payakumbuh, juga diajak untuk mengikuti training singkat bersama pelatih asing Mr. Suresh Menon dari ITF Malaysia.
"Afnan mengikuti training di Jakarta, pada tanggal 21 sampai 27 Mei lalu," kata Afnan Nabil didampingi tante sekaligus pelatihnya Yulita Hata kepada Ketua Payakumbuh Yunir Yalri, Kamis (17/6) siang.
Menurut Yulita Hatta, selama mengikuti training di Jakarta, kehadiran Afnan mendapat perhatian dari Ketua PB Pelti Martina Widjaja. Sebab dari 20 petenis muda yang mengikuti training, Afnan tercatat petenis paling kecil tapi berbakat.
Sehingga tidak heran, jika Martina menggaransi, petenis cilik Pengkot Pelti Payakumbuh tersebut bakal menjadi pemain besar yang dimiliki Indonesia.
Bukan itu saja, Martina Widjaja dan Suresh Menon dari ITF Malaysia, haqqul yakin, jika Afnan Nabil
punya masa depan cerah untuk menjadi atlet nasional. Makanya, enam bulan lagi, Adnan Nabil akan dipanggil lagi PB Pelti untuk memasuki training jangka panjang di Jakarta," kata Yulita Hata dengan setengah bangga.
Berlatih di Kubu Gadang
Afnan Nabil sendiri, sebenarnya hanya seorang bocah dari kota kecil sekelas Payakumbuh yang tergila-gila dengan tenis. Bahkan sejak berusia dua tahun, dia sudah mengenal olahraga tenis.
“Adnan Nabil sering Saya bawa ke lapangan tenis di GOR Kubu Gadang Payakumbuh, dan ikut mengayun raket tenis, saat saya berlatih,” jelas Yulita yang tempoe doeloe pernah menjadi kebanggaan Sumbar, dalam berbagai kejuaraan tenis.
Menurut Yulita Hatta, dalam tiga tahun terakhir ini, Adnan Nabil, sudah tampil empat kali dalan iven nasional yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta.
Dalam kejuaraan kelompok umur (KU) Menpora Sport Festival Jakarta tersebut, Adnan Nabil, tampil tidak mengecewakan. Empat kali datang bertanding, empat kali pula menyabet medali, meski baru sebatas perak dan perunggu. Pada penghujung tahun 2009, Adnan Nabil, berhasil mencuri perunggu, padahal dua tahun sebelumnya Adnan Nabil, mengantongi medali perak.
Sementara, di tingkat provinsi, Adnan Nabil, dua kali mencatat prestasi prestius, tampil sebagai juara I di kejuaraan KU 10 tahun, di Pariaman dan di Padang, tahun 2009. Kejuaraan yang kini akan dihadang Adnan Nabil, yaitu Kejurnas KU di Padang, Juli mendatang.
“Nabil siap Om, mencatat prestasi terbaik dalam kejurnas nanti,” ucap petenis cilik ini sambil melirik tantenya.
Dari sederetan prestasi yang diukir Adnan Nabil, Pemko Payakumbuh telah memberi reward sebesar Rp2 juta, buat petenis yang mengidolakan petenis nomor 1 dunia, Rogert Federer (AS).
"Nanti, kalau Adnan Nabil harus berpisah dengan orang tua, guna menjalani training jangka panjang PB Pelti di Jakarta, kita sekeluarga sudah siap, meski terlalu berat berpisah dengan anak tercinta. Demi masa depan Adnan Nabil, kita harus rela berkorban,” simpul Yunita. (***)