Padang | Kamis, 11/06/2009 07:35 WIB

Redian Kandidat Lulusan Terbaik UTM

Rommi Delpiano - Padang Ekspres

klik untuk melihat foto

Kemampuan mahasiswa Sumbar bersaing dengan mahasiswa asing masih bisa diadu. Setidaknya dibuktikan Redian Fikri Guspardi, mahasiswa Fakultas Ilmu Kompunter dan Sistem Komputer Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Selain mampu tamat hanya 2 tahun 9 bulan dengan prediket cumlaude, putra politikus Sumbar Guspardi Gaus ini sekarang juga diusulkan jadi lulusan terbaik UTM 2009.

Kepastian jadi atau tidaknya Redian menjadi lulusan terbaik UTM 2009, akan diumumkan dalam acara wisuda UTM, 16-19 Agustus, di Johor Baru Malaysia. Saat ini Redian sedang menunggu prosesi wisuda setelah skripsinya yang berjudul ”Chat Over Bluetooth for Disable People Using Mobile Phone” berhasil dipertahankannya dalam ujian skripsi tanggal 9 April lalu dengan nilai A plus.

Dalam skripsi tersebut, Redian berhasil membuat program dengan menggunakan bahasa pemograman Java 2 Micro Edition. Melalui program ini, ia membantu tuna rungu (bisu) dalam berkomunikasi dengan orang normal atau sebaliknya. Kalau sekarang pembicaraan sangat tergantung kepada penterjemah, menggunakan program Redian tak lagi. Keduanya bisa saling berkomunikasi tanpa melibatkan pihak ketiga.

“Mereka cukup menggunakan handphone yang memiliki fasilitas bluetooth, setelah itu ditambahkan program yang sudah dirancang tadi. Habis itu, ikuti perintah yang tersedia dalam program. Di mana terdapat lima pilihan, chat, setting, information dan logout. Klau berkomunikasi pilih chat. Setelah disetting, kalau orang normal menekan huruf A di keyboard, di layar komputer akan langsung berubah jadi bahasa isyarat. Begitu juga dengan tuna rungu,” kata lulusan dengan IPK 3,68 ini.

Redian berani mengklaim program yang ia rancang ini, satu-satunya dibuat. Saat ini sudah memperoleh hak cipta melalui UTM. Ia berkeyakinan, jika program ini dikembangkan secara massal, bisa membantu tuna rungu berkomunikasi dan tak lagi tergantung dengan penterjemah. Keberhasilan pembuatan program ini, tak terlepas juga dari dukungan dosen pembimbingnya, Dr Kamalrulnizam bin Abu Bakar.
Guspardi Gaus mengaku sejak awal tak terlalu membebani anaknya.

“Tapi sebelum masuk UTM, saya menyarankan Radian masuk Fakultas Ilmu Komputer dan Sistem Informasi. Sebab, banyak terpakai di dunia kerja. Alhamdulillah, sekarang mulai memperlihatkan hasil,” kata suami Nurhusni ini. [*]


Bookmark and Share counter


Berita Terkait

Komentar Anda
namaFikon
Bukittinggi - Jumat, 12/06/2009 10:42 WIB
Kalau saya tidak salah, negara yang unggul di dunia dalam penguasaan atau kemampuan program komputer adalah India dan Indonesia, makanya jelas dan tentu saja Mahasiswa Indonesia bisa menjadi pridikat terbaik dalam bidang ini disana, haa. haaa...., ini bukan berita luar biasa. Ini adalah hanya berita menina bobokan mahasiswa Indonesia ???, sementara mereka dinegeri mereka menjadikan warga negara Indon tidak berharga.

Nampaknya orang minang ini tidak PeDe lagi, masih mau ramai-ramai belajar kesana, padahal tidak ada yang baru disana, tidak ada ciptaan baru, mereka cuma bisa menciplak !.

Ahh..., Padang Today ikut-ikut mempromosikan UTM yaa !!

Pikir dua kali-lah mengirimkan anak sekolah kesana, mereka akan mendidik anak kita menjadi orang terpukul dan rendah diri, mauuuu ???
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Lokasi :
Komentar :
    kode: