RSAM -- Setelah lama tidak terdengar, adanya korban suspect flu Burung (Aviant influenza) melalui virus H5N1, Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi dua hari belakangan menerima dua orang pasien suspect Flu Burung. Setelah dirawat dibagian isolasi rumah sakit itu, kedua pasien kondisi mulai membaik.
Dari keterangan Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medis dan Perawatan dr Khairul Said SPm ketika ditemui Posmetro (Grup Padang Today) diruangannya Senin (26/10) membenarkan hal tersebut. Dua pasien suspect flu burung tersebut yaitu "BPT" (7) warga jalan Sukma Payakumbuh Utara yang masuk ke RSAM pada Kamis (22/10) sekitar pukul 20.30 WIB. Pasien kedua yaitu, "FR" (5) warga Padang Data Payakumbuh yang masuk ke RSAM pada Sabtu (24/10) sekitar pukul 22.00 WIB.
Dijelaskan Khairul kalau kedua pasien tersebut, merupakan rujukan dari Rumah Sakit Adnan WD Kota Payakumbuh ke RSAM yang merupakan salah satu rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan pasien yang diduga terjangkit flu burung.
Setelah membaca diagnosa dari dokter yang memberi rujukan kalau kedua pasien tersebut suspect flu burung, maka kedua pasien tersebut langsung ditempatkan di bangsal isolasin RSAM Bukittinggi yang baru diresmikan penggunaannya pada awal 2009 ini.
Semenjak, berada di ruang isolasi, kedua pasien selalu mendapat pengawasan dari tim dokter, salah satunya yaitu dengan memberikan obat Tami Flu (antivirus) yang khusus untuk pasien suspect flu burung.
Berdasarkan keterangan dalam rujukan tim dokter dan keterangan dari keluarga pasien terang Khairul, kalau kedua pasien memang terbukti adanya riwayat kontak dengan hewan jenis burung yang mati mendadak dalam jumlah banyak.
Seperti yang dialami "BPT" kalau burung puyuh piaraannya satu kandang sebelumnya mati mendadak. Sedangkan "FR" berada sekitar peternakan ayam, bebek dan sejenisnya. Sebelum dia sakit, sebagian besar jenis burung daerah itu juga mati mendadak.
Pada awal masuk ke RSAM Bukittinggi, deman kedua pasien mencapai 39 derajat yang merupakan salah satu ciri-ciri seseorang diduga terjangkit virus H5N1. Tapi setelah mendapat perawatan dari Tim dokter, dua hari belakangan kondisi kedua pasien terus membaik, dan panas badannya sudah normal kembali, yaitu sudah mencapai 36 derjat.
" Untuk memastikan kondisi pasien apakah positif atau negatif, kita akan menunggu hasil laboratorium Badan Plus Litbang Kesehatan Jakarta. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara, kita melihat kalau kedua pasien negatif terjangkit flu burung, sebab setelah dilakukan pengobatan, kondisi keduanya terus membaik,"tandas dr Khairul dengan nada yakin.(*)
JAWA-BALI-NUSATENGGARA : Jawa Pos - Rakyat Merdeka Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Jogja - Radar Tegal Lombok Post - Timor Ekspress - Radar Surabaya - Indo Pos Radar Tasikmalaya - Radar Banten |
|
||
SUMATERA : Batam Pos - Sumatera Ekspres - Palembang Pos Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh Radar Tuba - Radar Palembang - Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu Jambi Independent - Riau Pos - Pekanbaru Pos - Dumai Pos Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos |
|||
MAJALAH : Tabloid Nurani - Oto Trend - Tabloid Nyata |
|||