Padang | Selasa, 27/07/2010 08:30 WIB

Kemendiknas Berencana Buka SMK Kecil

JPNN - Padang Today

Kementerian Pendidikan Nasional (kemendiknas) berencana membuka SMK kecil. Sebuah SMK dengan jumlah siswa dan jurusan yang terbatas. Bertujuan sebagai sekolah alternatif untuk menampung lulusan SMP terbuka yang ingin meneruskan pendidikan 12 tahun.

Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Suyanto mengatakan, untuk meningkatkan angka pertisipasi kasar (APK) pendidikan setara SMP, pihaknya terus melakukan peningkatan terhadap SMP terbuka yang jumlahnya sebanyak 2.111 sekolah.

"Kami tingkatkan dengan memaksimalkan bantuan operasional sekolah," tuturnya usai membuka lomba motivasi belajar mandiri SMP Terbuka se-Indonesia di Jakarta, kemarin.

Tahun ini Kemendiknas menyediakan dana BOS dari APBN dengan jumlah Rp 575 ribu pertahun untuk setiap siswa SMP di kota. Dan senilai Rp 570 ribu pertahun untuk setiap siswa SMP di kabupaten. "Provinsi dan kabupaten/kota kan juga menyediakan pendamping BOS," tutur Suyanto.

Dia menjelaskan, status APK tahun lalu mencapai 96,18 persen sudah ditingkatkan menjadi 98,11 persen. Dari jumlah 12.942 ribu penduduk usia 13 hingga 15 tahun, hanya 12.698 ribu yang meneruskan pendidikan setingkat SMP. Sekitar 244 ribu diantara mereka masih belum mendapatkan pendidikan sembilan tahun.

Oleh karena itu, kata Suyanto, Kemendiknas merencanakan membuka SMK kecil. Ide tersebut baru dipikirkan tahun lalu. Hingga saat ini masih dihitung jumlah kebutuhan SMK di kabupaten/kota. "Dimana daerah yang dianggap APK nya kecil dan butuh didirikan SMK. Disitu nanti target kami," ujarnya.

SMK kecil itu, menurut Suyanto, tidak akan membutuhkan banyak dana untuk mendirikannya. Cukup menyediakan lokasi pembelajaran yang nyaman. "Guru-gurunya bisa didatangkan dari SMK-SMK terdekat," paparnya.

Karena direncanakan untuk menampung siswa yang tidak bisa dilayani dengan pendidikan formal, kata Suyanto, SMK kecil tersebut hanya menampung jumlah siswa yang terbatas. "Jumlahnya tergantung kebutuhan, tapi pasti tidak banyak. Nah pilihan jurusannya cuma satu. Itupun tergantung potensi siswa di SMK tersebut," tegasnya.

Menurut Suyanto, SMK kecil itu dapat memberikan kemudahan akses bagi siswa yang ingin meneruskan pendidikan setara SMA di daerah yang terpencil. "Mungkin tahun depan bisa mulai kami buka," janjinya. Hanya saja, dia belum memastikan terget utama dibangunnya SMK kecil nanti. (nuq)


Bookmark and Share counter


Berita Terkait

Komentar Anda
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Lokasi :
Komentar :
    kode: