Padang | Sabtu, 31/07/2010 09:13 WIB

Diusulkan, DPR Baru Nantinya Harus Dites Psikolog

JPNN - Padang Today

klik untuk melihat foto
Kantor DPR RI

Untuk Pemilu legislatif di masa mendatang, Komisi Pemilihan Umum perlu menjalin kerjasama dengan lembaga psikologi untuk melakukan uji kelayakan terhadap para calon legislator yangn lolos masuk parlemen.

"Dari dulu saya sudah ngotot, anggota DPR harus melewati tes kepatutan psikologi, verifikasi data KPU saja tidak cukup. KPU harus jalin kerjasama dengan psikolog," kata Gurubesar Politik Universitas Indonesia, kepada Rakyat Merdeka Online (grup Padang-Today.Com), Sabtu (31/7/2010).

Pernyataan Ibremsyah itu berdasarkan fakta bahwa terjadi kemuakan luar biasa rakyat terhadap para anggota Dewan terutama di pusat, yang semakin tidak becus kerja.  Contoh dari kemuakan rakyat itu terlihat dari aksi corat-coret aktor lawas Pong Harjatmo kemarin di atap gedung DPR, Jakarta.

"Pemilu langsung kita itu kan bukan Pemilu yang cerdas karena banyak dari mereka yang masuk parlemen lewat politik uang. Hasilnya seperti sekarang ini, dikritik sana-sini takkan mempan," ujar Ibremsyah.

"Tes psikologi penting untuk mengetahui kemampuan mereka (Dewan) menggunakan nalar," imbuhnya.

Bagaimana dengan jumlah mereka yang ratusan, apakah tidak akan kerepotan melakukan tes psikologi satu per satu pada mereka?

"Bisa dilakukan itu, saya yakin," tegas profesor ini.

Aktor era 80-an, Pong Harjatmo berhasil menembus keamanan gedung MPR/DPR dan melakukan aksi yang patut diacungi jempol karena kenekatannya. Ia mencoreti atap gedung kura-kura dengan tulisan "Jujur, Adil, Tegas" dengan cat semprot, Jumat siang (30/7).

"Saya kecewa dengan DPR tidak pernah ada penyelesaian kasus Century, tabung gas, sampai sekarang malah suka membolos," ujar Pong saat ditemui usai diamankan petugas keamanan dalam DPR. [ald]


   


 


Bookmark and Share counter


Berita Terkait

Komentar Anda
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Lokasi :
Komentar :
    kode: