Kota Payakumbuh
Minta Tukar Tapal Batas
Padang Today
Berita Lainnya
Rabu, 01/08/2012 - 17:30 WIB
Esha Tegar
4588 klik

Meski sudah berbilang tahun diperjuangkan, tapi harapan masyarakat yang tinggal di Siapi-api, daerah perbatasan Kota Payakumbuh dengan Kabupaten Limapuluh Kota, di Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, masih saja belum terwujud. Warga setempat berharap, dapat diakui menjadi warga kota Payakumbuh, karena secara geografis lebih dekat dengan Parik Muko Aia.
Persoalan tapal batas itu kembali mencuat, saat Walikota Payakumbuh Josrizal Zain ketika memimpin Tim Safari Ramadhan Kelompok I di Masjid Jihad Kelurahan Parik Muko Aia, Selasa (31/7), sambil menjalani shalat tarwih dengan jemaah serta menyerahkan bantuan Rp5 juta untuk masjid setempat.
“Kami sangat senang dan berharap, pemko dapat memfasilitasi keberadaan tapal batas daerah kami di jorong Siapi-api. Harapan kami, daerah ini masuk bagian dari wilayah Kota Payakumbuh, bukan lagi masuk wilayah Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota,” ucap Atrias, tokoh masyarakat setempat malam itu.
Selain permintaan penggabung wilayah dengan Payakumbuh, warga setempat juga berharap, pemko memperbaiki jalan menuju Siapi-api dari pertigaan jalan lingkar utara bagian luar di Kelurahan Parik Muko Aia. “Jalan kami sudah bagaikan kubangan kerbau jika hari hujan, Pak wali,” tambah Atrias, pensiunan TNI ini.
Harapan lainnya yang mengemuka, perbaikan irigasi di Batang Pulau dan tambahan tiang listrik buat penerangan jalan umum. Kondisi tali bandar dan saluran irigasi di daerah Parik Muko Aia, sudah tinggi dengan sendimen. Warga minta pengerukan sekaligus memperbaiki dasar irigasi yang ada.
Menjawab pertanyaan jemaah, Walikota Josrizal Zain, mengemukakan, soal tapal batas itu sudah dilakukan dengan daerah tetangga. Hanya saja, untuk pemekaran wilayah kabupaten masuk ke wilayah kota, sesuai harapan masyarakat itu, perlu difasilitasi Pemprov Sumatera Barat. “PR ini mudah-mudahan akan dapat diselesaikan oleh pemerintahan baru Payakumbuh ke depan,” katanya.
Sementara, permintaan tambahan lampu jalan dan perbaikan irigasi, dijawab Kadis PU Muswendri, akan menjadi catatan khusus dalam perencanaan pembangunan tahun 2013. Keterbatasan dana pemko, belum memungkinkan terpenuhi tahun anggaran berjalan sekarang, sebutnya. (*)
[ Red/]-Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar







