Berita Terbaru
Terpopuler
Terkomentari
Berita

 Kota Padang

Warga Ancam Lakukan Aksi Kembali

Lanjutan Aksi Unjuk Rasa ke PT LMKP

Padang Today  Berita Lainnya  Minggu, 05/08/2012 - 14:00 WIB  redaksi padang-today  1513 klik

Meski pihak perusahaan PT Lubuk Minturun Kontruksi  Persada (LMKP), telah mendatangi pihak warga yang melakukan aksi unjuk rasa di perusahaan PT LMKP, Kamis (2/8) kemarin, ternyata belum memberikan kepuasan bagi warga. Bahkan warga mengancam akan melakukan aksi yang sama kembali.

Syafriadi, tokoh masyarakat Anakaia, Batipuhpanjang Kecamatan Koto Tangah, mengakui  bahwa pihak PT LMKP sudah mendatangi warga, namun pertemuan kemarin itu tidak melibatkan tokoh masyarakat, dan warga yang dikunjungi hanya sebagian saja.

 “Saya merasa dengan adanya pertemuan kemarin dengan sebagian warga tanpa melibatkan tokoh masyarakat, merupakan  cara yang dilakukan pihak perusahaan untuk mengadu-domba warga kami,” ungkap Syafriadi.
Disampaikannya, jika memang pihak perusahaan ingin mencari jalan keluar persoalan yang dialami warga saat ini, yang diajak untuk duduk bersama bukan hanya segelintir warga, sebab, persoalan ini tidak hanya merugikan satu atau dua keluarga, namun efek dari pekerusahaan tersebut sudah menjadi dampak lingkungan, khususnya Kelurahan Batipuh Panjang, Kototangah.

“Warga yang dikumpulkan kemarin itu adalah warga yang tidak mengerti dengan tujuan demo yang kami lakukan, dan kami menilai ini adalah politik untuk mengadu domba warga,” ungkap Syafriadi. Dia juga menyebutkan, dalam waktu dekat ini, warga akan melakukan aksi yang sama.

 Sematara itu, pemilik perusahaan PT LMKP,  Johan,  ketika dihubungi POSMETRO (grup padang-today) Sabtu (4/8), mengatakan dia sedang ada meting dan belum bisa memberikan  keterangan terkait pertemuan antara pihaknya dengan warga yang berunjuk rasa kemarin. “Nanti saja ya, saya sedang rapat, ujarnya,".  

Sebelumnya, Kamis (2/8) kemarin, puluhan warga Anakaia, Kelurahan Batipuhpanjang, Kecamatan Koto Tangah berunjuk rasa dengan menutup pintu masuk  PTLMKP di kawasan KM 22 Bypass. Aksi ini dipicu dugaan pencemaran lingkungan akibat operasi perusahaan tersebut.  Kedatangan warga karena perusahaan yang telah beroperasional sejak tahun 2006 itu, tidak merespons keluhan warga yang tinggal di sekitar pabrik. Tidak hanya debu dan getaran mesin, warga juga sulit mendapatkan air bersih karena sumber air telah tercemar. (*)


[ Red/ ]- Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar

Bookmark and Share   counter A+ A-
Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: