Kota Payakumbuh
Padang Today
Berita Peristiwa
Kamis, 09/08/2012 - 12:03 WIB
Esha tegar
1157 klik
Operasi Penegakan Perda yang dilakukan Tim 7 Payakumbuh, selama tiga hari berturut, sejak Senin hingga Kamis (6-9/8), berhasil menangkap basah sejumlah lelaki dewasa yang tengah makan dan minum di warung kelambu yang dibuka secara sembunyi di beberapa tempat berbeda di jalan alternative Sungai Pinago-Tanjung Pauh, Payakumbuh Barat dan di terminal bus antarkota dalam provinsi (AKDP) Bulakan Balai Kandi Koto nan Ampek. Selain itu, juga menggerebek pelajar yang asik main internet pada jam belajar di sekolah.
Tim 7 dipimpin Kasatpol PP Fauzi Firdaus, bersama sejumlah anggota TNI/Polri itu, dilakukan berdasarkan laporan masyarkat setempat. “Kita senang dengan laporan yang disampaikan warga lewat SMS itu. Pesan melalui telepon genggam itu, langsung disikapi dan tanpa menunggu lama, anggota Tim 7 bergerak ke TKP.
Didalam warung ini, tim menemukan 5 lelaki tengah menikmati makan siang. Begitu tim tiba, lelaki yang tengah makan itu langsung bubar, meninggalkan warung makan yang ditutup kain itu.
Pemilik warung makan, Muslim, 49 tahun langsung diperintahkan menutup warung yang melanggar ketertiban umum itu, dan ditilang untuk selanjutnya akan menjalani siding tipiring di Pengadilan Negeri Payakumbuh, sepekan ke depan.
Sebelumnya, Tim 7 juga menggerebek dan menyuruh tutup warung makan milik Andi, 47 th, di kawasan terminal Koto nan Ampek. Warung kopi berubah fungsi menjual ampera disiang Ramadhan ini, saat didatangi petugas tengah sibuk melayani beberapa pelanggannya. Mengetahui Tim 7 datang, akhirnya penikmat makanan itu satu persatu membubarkan diri. Untuk selanjutnya, pemilik warung ditilang untuk disidang tipiring di PN Payakumbuh.
Sementara itu, saat Tim 7 berpatroli kesejumlah sekolah, anggota Satpol PP menemukan beberapa pelajar SMKN 1 Payakumbuh, lagi main internet di warnet di luar halaman sekolah. Kepada petugas, lima pelajar berseragam sekolah yang tak masuk kelas itu, mengaku mencari bahan pelajaran. Tapi, setelah didesak petugas, akhirnya mereka mengaku main game. Para pelajar itu, akhirnya diserahkan kesekolah yang hanya berjarak puluhan meter dari warnet.
Menurut Kasatpol PP Fauzi Firdaus, hingga lebaran nanti, Tim 7 akan terus melakukan patrol keliling kota. Tim memastikan, harus memberikan rasa aman kepada warga dalam menikmati lebaran, terutama dari gangguan ketertiban umum, di antaranya dari bunyi mercon dan warung kelambu yang buka disiang Ramadhan dan warnet, dinilai akan merusak moral masyarakat dan pelajar.(*)
[ Red/ ]- Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar







